TAO SILALAHI

0.0

Hamparan pantai mencapai 28 Km dengan Palung terdalam di Indonesia serta adat kebudayaan yang tinggi.

Tao silalahi yang kaya akan berbagai keindahan alam, adat istiadat, sejarah budaya menjadi rekomendasi unggulan yang wajib di kunjungi di sumatera utara bahkan di indonesia.

Siapa yang tak kenal dengan Huta Silalahi Nabolak atau yang lebih kita kenal dengan Desa Silalahi. Desa Silalahi (huta silalahiadalah salah satu desa yang berada di pinggiran danau toba, persisnya di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. kalau kita berangkat dari medan maka kita akan melewati berastagi, dari berastagi kita akan ke kabanjahe lalu melewati merek dan turun ke tongging menyusuri pinggiran danau toba hingga tiba di SILALAHI NABOLAK setelah kita melewati paropo.

 

Wisata danau yang ada di SILALAHI NABOLAK  terletak pada sepanjang pantai beberapa desa, seperti desa Silalahi I, Silalahi II, Silalahi III, dan Paropo. Hamparan pantai yang indah diperkirakan dapat mencapai 28 km. Disepanjang pantai silalahi banyak sekali terdapat tempat tempat wisata yang sangat indah dan masih asri kelestarian alamnya. Itulah sebabnya banyak sekali wisatawan mancanegara maupun domestic berkunjung ke desa silalahi yang ada di Silalahi Nabolak.    
           

Perairan Danau Toba di Kecamatan Silahisabungan merupakan palung terdalam yang ada di Indonesia bahkan  dunia, dengan kedalaman mencapai ± 905 meter. Tao Silalahi juga merupakan bagian dari Danau Toba yang paling luas. Sampai ada perumpamaan orang batak yang mengatakan "Tao Silalahi dang tarhabangan lali". Maksudnya, karena wilayah perairannya yang sangat luas, bahkan elang sekali pun tidah dapat mengelilingi Tao Silalahi. Itulah sebabnya mengapa tao silalahi sangat banyak menyimpan keunikan yang terkandung di dalamnya. 

 

Desa silalahi (huta silalahi) sangat kaya dengan alamnya yang sangat indah dan tempat-tempat wisata yang sangan beragam. Selain dengan keadaan alam yang sangat indah desa silalahi juga memiliki keunikan dari segi adat dan budayaanya.

 

Bukan hanya pantai, penduduk di Kecamatan Silahisabungan ini juga masih sangat menjunjung tinggi adat kebudayaan. Penduduk yang tinggal di daerah ini pada umumnya bermarga Silalahi. Disini juga terdapat Tugu Marga Silalahi yang sangat di percaya kekeramatannya yang masih berdiri kokoh sampai sekarang. Masyarakat percaya bahwa Oppung Silahisabungan lah yang menjaga kehidupan mereka. Di Silalahi juga banyak tempat peninggalan masa lalu dari nenek moyang marga silalahi mulai tempat tinggal opung silahisabungan, adat, dan masih banyak lagi.

 

Tugu Silahisabungan menjadi saksi keturunan marga Silalahi yaitu terdiri dari  :

1.    Loho Raja (sihaloho)

2.    Tungkir Raja (situngkir)

3.    Sondi Raja (rumasondi)

4.    Butar Raja (sidabutar)

5.    Dabariba Raja (sidabariba)

6.    Debang Raja (sidebang)

7.    Batu Raja (pintubatu)

8.    Tambun Raja (tambunan)

Dan satu putri yaitu, Deang Namora.

 

Di tugu ini diukir cerita-cerita dari leluhur marga silalahi, tentang kehidupan sehari-hari oppung Silahisabungaan dan kedelapan keturunannya.  Keturunan marga silalahi ini sering berkunjung ke Silalahi untuk berjiarah ke Tugu dan mandi di danau di depan tugu. Mereka sering mengadakan acara untuk menghormati leluhur dan memperkenalkan keturunan mereka pada kebudayaan Silalahi. Acara tahunan yang dirayakan di Tugu Silalahi adalah Pesta Tugu yang biasanya diadakan pada Bulan November tiap tahunnya.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Cara Pesan